Malam ini
di dentang jam sembilan kali
kan datang seorang kekasih, menari
di atas hati yang sedang mati
itulah janji transaksi
di emperan mal kota, siang tadi
saat bulan mengendap ia bersiap
bedak gincu pensil alis
berebut saling pasang aksi
dan parfum murah di ketiak kanan kiri
seraya berucap lirih
semoga esok kubisa beli susu
buat si kecil merintih letih
malam ini
di dentang jam dua belas kali
kekasih tak kunjung menari
di atas hati yang telah mati
sebatang harap tlah mengabu kini
(Karawang, Nopember 2006)
Monday, May 21, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment