Kutitipkan pada gemeretak ranting
di atas sajadah kita
senja slalu menyebut kisahmu
ketika mengantar anak ayam pulang kandang
sedang ranjang kita masih saja sunyi
karena kata tlah berkhidmat pada puisi
: aku tak siap membisik namamu
Kubaca daun-daun berserakan
menyapih angin dalam hempasan waktu
di lorong sempit menuju rumah kita
tapi mentari tak pernah menangisi kemarau
meski sawah kita mendera punggung bulbul
musim tak lagi mengajak cengkrama
Melati ini untukmu, Bungsu
diterakan di atas kanvas dengan cat air
yang mulai mengering
tlah lama tak kulihat laut di celuk matamu
mendaraskan dzikir pada pelepah kelapa yang lugu
hanya kawanan kelekatu mulai mengurai sunyi
dengan sayapnya warna-warni
: senja kita tlah menua kini
(Karawang, Nopember 2006)
Friday, January 12, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment